Lokomotif di Lembah Anai sekitar tahun 2006

Beberapa jalur kereta api di dalam dan sekitar Padang masih digunakan sampai hari ini, meskipun sebagian besar jalur tersebut sekarang terlantar.

 

Kereta semen masih beroperasi 24 jam per hari, (hingga 15 pasang kereta setiap hari), di bagian 14 km antara pabrik semen di Indarung dan pelabuhan Teluk Bayur.

Menara sinyal Padang

Jalur dari Padang Panjang ke Sawahlunto diisolasi dari Padang karena tanah longsor di lembah Anai yang merusak parah sebuah jembatan kereta api yang menghubungkan ibu kota Sumatra barat Padang dan tetangga Padang Panjang pada Selasa 30 Maret 2010. Sekarang telah dibersihkan dan jalur tersebut antara Lubukalung dan Padang Panjang sekarang beroperasi.

Sebuah jembatan di lembah Ania

Lokomotif dilayani di Padang Panjang, November 2006

Pekarangan Padang Panjang, Juli 2007

Sisa-sisa lokomotif uap di Padang Panjang, November 2006

Kereta api dari Padang Panjang, melalui Bukittingi, ke Payakumbuh telah terlantar selama bertahun-tahun dengan banyak jalur kereta api dibangun.

Mencari tanjakan dari Padang Panjang ke Bukittingi, November 2006

Bagian dari proyek wisata untuk Sawahlunto adalah memiliki museum kecil yang didirikan di dalam bangunan stasiun lama (dibangun pada tahun 1918), dengan pajangan foto, model, dan barang-barang kecil yang berkaitan dengan kereta api. Museum ini diresmikan pada 17 Desember 2005

Museum Kereta Api Sawahlunto Oktober 2009

Lokomotif uap di Sawahlunto digunakan untuk wahana wisata Oktober 2009

Kereta api dari Sawahlunto ke Muaro telah tidak digunakan selama bertahun-tahun, dengan jalur yang dibangun oleh penduduk desa setempat. Jalur utama ke kota diambil kembali oleh alam.

Kereta api menuju Muaro Oktober 2009

Stasiun Kereta Api Muaro Oktober 2009

Sebuah gerbong berangkat di stasiun kereta Muaro yang telah menjadi rumah Oktober 2009

© 2019 by Farrell Family

  • Facebook Social Icon
  • YouTube Social  Icon